-->
PEMILWA 2020: Paslon Baru Dipastikan Kembali Lawan Kotak Kosong
PEMILWA 2020: Paslon Baru Dipastikan Kembali Lawan Kotak Kosong

PEMILWA 2020: Paslon Baru Dipastikan Kembali Lawan Kotak Kosong

“Sudah ada calon yang mendaftar. Rencananya Pemilwa tetap akan dilaksanakan pada 29 Januari. Sudah bisa dipastikan akan melawan kotak kosong,” kata Yusri...

Lpmnusa.com, Yogyakarta— KPU-M kembali mengupayakan terselenggaranya Pemilu Raya, setelah beberapa waktu yang lalu kandidat pasangan calon (Paslon) tunggal mengundurkan diri.

Menurut Ketua KPU-M Yusrianti, pihaknya sudah mengantongi paslon tunggal yang nantinya akan berkontestasi dalam ajang Pemilwa tahun ini.

“Sudah ada calon yang mendaftar. Rencananya Pemilwa  tetap akan dilaksanakan pada 29 Januari. Sudah bisa dipastikan akan melawan kotak kosong,” kata Yusri saat dimintai keterangan LPM Nusa, Kamis (23/1).

Ia mengungkapkan bahwa, dalam peraturan yang sudah dibuat pada pelaksanaan Pemilwa ada sedikit perubahan. Pertama, tentang kedua Paslon baik ketua maupun wakil tidak diperkenankan merangkap jabatan sebagai ketua di organisasi lain.

Selain itu, lanjutnya, persyaratan untuk mengumpulkan karya ilmiah juga dihapuskan. Hal tersebut ditetapkan setelah adanya kesepakatan dari hasil Audiensi, kemarin Senin (21/1).

Informasi yang diterima LPM Nusa, Paslon yang sudah terverifikasi KPU- M dan berhak mencalonkan diri sebagai Ketua BEM dan Wakil Ketua adalah Muhamad Bagus Fikri dan Taufiq Mumu Ahmad M. Keduanya angkatan 2018 program studi Agribisnis Fakultas Industri Halal.

Ditempat lain, Annas Sholahudin mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Industri Halal mengungkapkan bahwa ia sangat senang setelah dua periode tampuk kepemimpinan jatuh di tangan Fakultas Ekonomi dan sekarang beralih ke Fakultas Industri Halal.

“Tapi di sisi lain, saya juga merasa miris ketika melihat kenyataan bahwa Paslon hanya melawan kotak kosong,” kata Annas.

Mantan Kepala Divisi Penalaran UKM Penelitian itu menyebutkan bahwa, hal tersebut karena minimnya minat mahasiswa untuk berpartisipasi dalam Pemilu Raya tahun sebelumnya dan tahun ini. “Padahal hal itu sebagai latihan menghadapi atmosfer perpolitikan dan mengasah leadership bagi mahasiswa,” imbuhnya.

Baca juga: